KE MANA KU PERGI !

KE   MANA KU PERGI !

Minggu, 10 Januari 2010

MISTERI (I)

Aku masih selalu terkenang masa kecilku. Sebagai keluarga yg pas pasan. Orangtuaku bukan keluarga yg bisa dikatakan mampu. Rumah aja ga punya. Sehingga hidup kami selalu berpindah dari satu rumah kontrakan lain ke kontrakan lain nya. Dari daerah ke wilayah lainnya. Beberapa kali juga harus pindah sekali. Puih! Capek. Harus menyesuaikan diri dg lingkungan baru,sekolah,tetangga. Ohh...! Tapi yg paling ku kenang adalah masa2 saat kami meninggali sebuah rumah besar,peninggalan zaman Belanda. Rumah tsb adalah rumah salah satu keluarga papaku. Karena kasian lihat kami pindah2 maka, keluarga jauh tsb meminta kami mendiami rumah warisan turunan dari keluarga, yg emang ada garis keturunan bangsa penjajah itu. ¤¤ Kalo salah, saat itu aku masih berumur 9 ato 10 tahun, kelas 4 Sekolah Dasar. Tiga org adikku, yg hny berjarak 1th, maka bisa dibayangkan repotnya ibuku mengurus kami.Sementara papa kami jarang dirumah. Rumah yg kami tempati sebenarnya terletak di pinggir jalan raya. Dimana lalu lintas pd masa itu lumayan rame. Tapi karena pekarangan rumah itu luas, maka jarak rumah sama jalan luwayan jauh. Rumah itu sangat besar, tinggi, karena berbentuk rumah panggung. Sehingga di bawah bangunan tersebut tempat kami bermain. Walaupun aku meloncat, tinggi tubuhku belum mampu menyentuh lantai rumah. Jarak tiang rumah kurang lebih 2meter. Yg terbuat dari kayu ulin. Tangga menuju rumahpun sangat tinggi. Setiap sore, kami duduk2 di tangan ato di teras rumah. Pintu & jendela rumah sangat besar & tinggi. Lebih tinggi lagi langit2nya. Sehingga,kalo hari hujan, kami bermain bola ato bulu tangkis di dlm rumah. Ruangan nya sangat besar & luas. Kami berlarian & berkejar2an dlm rumah. Tembus dari pintu satu ke pintu lainnya. Dibelakang rumah, tanahnya sangat luas, ada beberapa pohon duku, pohon jambu, pohon kelapa. Beberapa meter ke dalam lagi, ada sebuah sungai kecil disana. Kalo air sungai besar pasang, maka sungai kecil di belakang juga ikut pasang. Dari teras belakan rumah, kami sering mengintip binatang bunglon yg suka berganti warna saat menempel pd tempat2 dia hinggap. Ato turun mendekati sungai kecil, mengendap diam2, mengintip beberapa ekor berang2 yg bermain ato menangkap udang/ikan2 kecil. Ato bila saatnya buah jambu air yg merah muda menyala memancing selera tuk disantap. Maka kami memanjat pohon itu tanpa peduli badan bentol2 digigit semut merah yg besar2. Kami menamakan nya semut rang2. Agak masuk ke belukar rumput, disana ada beberapa nisan tua tersusun. Ada sebagian yg tak terlihat, krn tertutu semak, hutan kecil belukar. Karena takut, kami tak pernah sampai kesana. Hny sebatas pohon jambu air. ( bersambung, nyari mood dateng)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut